analisis boraks

Posted: Desember 12, 2013 in Uncategorized

MAKALAH BORAKS

 

 

 

Nama kelompok :

  1. Risma permata sari
  2. Rakhmi eka
  3. Septa rani pajrin
  4. Caroline
  5. Yayang rusdi salih.

 

 

 

 

 

 

 

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESI

 

 

 

Rumusan MasSalah

a.Apakah yang dimaksud dengan boraks?

 b.Apakah fungsi boraks sebenarnya?

c.Apa saja penyalahgunaan boraks sebagai pengawet pada makanan?

d.Bagaimana efek boraks terhadap kesehatan?

e.Bagaimana cara menganalisis boraks pada makanan?

 

 

Tujuan

a.Untuk mengetahui definisi boraks.

 b.Untuk mengetahui fungsi boraks sebenarnya

c. Untuk mengetahui penyalahgunaan boraks sebagai pengawet padamakanan.

d.Untuk mengetahui efek boraks terhadap kesehatan.

e.Untuk mengetahui cara menganalisis boraks pada makanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BORAKS

 

Boraks atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraboratedecahydrate merupakan bahan pengawet yang dikenal masyarakat awamuntuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Tampilanfisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih. Boraks tidak memiliki bau jika dihirup menggunakan indera pencium serta tidak larut dalam alkohol.Indeks keasaman dari boraks diuji dengan kertas lakmus adalah 9,5, inimenunjukkan tingkat keasaman boraks cukup tinggi (Bambang, 2008).Asam borat atau boraks.boric acid merupakan zat pengawet berbahayayang tidak diizinkan digunakan sebagai campuran bahan makanan. Boraksadalah senyawa kimia dengan rumus Na2BO710H2O berbentuk kristal putih,tidak berbau dan stabil pada suhu dan tekanan normal. Dalam air, boraks berubah menjadi natrium hidroksida dan asam borat (Syah, 2005).Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.722/Menkes/IX/1988, asam borat dan senyawanya merupakan salah satu dari jenis bahan tambahanmakanan yang dilarang digunakan dalam produk makanan.Karena asam boratdan senyawanya merupakan senyawa kimia yang mempunyai sifatkarsinogen.Meskipun boraks berbahaya bagi kesehatan ternyata masih banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan tambahan makanan, karena selain berfungsi sebagai pengawet, boraks juga dapat memperbaiki tekstur bakso dankerupuk hingga lebih kenyal dan lebih disukai konsumen (Mujianto, 2003).Asamborat (H3BO3) merupakan senyawa bor yang dikenal juga dengannama borax. Di Jawa Barat dikenal juga dengan nama “bleng”, di JawaTengah dan Jawa Timur dikenal dengan nama “pijer”.Digunakan/ditambahkan ke dalam pangan/bahan pangan sebagai pengentalataupun sebagai pengawet (Cahyadi, 2008).

Kegunaan boraks yang sebenarnya

salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut dan obat pencuci mata. Selainitu boraks juga digunakan sebagai bahan solder, pembuatangelas,bahanpembersih/pelicin porselin, pengawet kayu dan antiseptik kayu(Aminah dan Himawan, 2009)

Penyalahgunaan Boraks Sebagai Pengawet pada Makanan

Bahan pengawet berarti setiap bahan yang dapat menghambat,memperlambat, menutupi atau menahan proses fermentasi, pembusukan, pengasaman atau dekomposisi lainnya di dalam atau pada setiap bahan pangan.Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering pula digunakansebagai pengawet makanan.Selain sebagai pengawet, bahan ini berfungsi pulamengenyalkan makanan.Boraks bersifat sangat beracun, sehingga peraturan pangan tidak membolehkan boraks untuk digunakan dalam pangan.Boraks merupakan senyawa yang bisa memperbaiki tekstur makanansehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan kerupuk. Baksoyang menggunakan boraks memiliki kekenyalan khas yang berbeda darikekenyalan bakso yang menggunakan banyak daging. Bakso yangmengandung boraks sangat renyah dan disukai dan tahan lama sedang kerupuk yang mengandung boraks kalau digoreng akan mengembang dan empuk,teksturnya bagus dan renyah.Sama seperti formalin, cukup sulit menentukan apakah suatu makananmengandung boraks.Hanya lewat uji laboratorium, semua bisa jelas.Namun, penampakan luar tetap memang bisa dicermati karena ada perbedaan yang bisa dijadikan pegangan untuk menentukan suatu makanan aman dari boraksatau tidak.

a.Bakso

1) Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Bila digigit akan kembalike bentuk semula.

2) Tahan lama atau awet beberapa hari.7

3)Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abusegar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah.

4)Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul

.5)Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel.

b.Gula Merah

1)Sangat keras dan susah dibelah.

2)Terlihat butiran-butiran mengkilap di bagian dalam

c.Lontong

1)Tahan lama

2)Tekstur kenyal

3)Warna putih bersih

4)Rasanya getir

 

 

 

Pengaruh Boraks terhadap Kesehatan

Boraks merupakan racun bagi semua sel. Pengaruhnya terhadap organtubuh tergantung konsentrasi yang dicapai dalam organ tubuh. Karena kadar tertinggi tercapai pada waktu diekskresi maka ginjal merupakan organ yang paling terpengaruh dibandingkan dengan organ yang lain. Dosis tertinggi yaitu10-20 gr/kg berat badan orang dewasa dan 5 gr/kg berat badan anak-anak akanmenyebabkan keracunan bahkan kematian. Sedangkan dosis terendah yaitudibawah 10-20 gr/kg berat badan orang dewasa dan kurang dari 5 gr/kg berat badan anak-anak (Saparinto dan Hidayati, 2006).Efek negatif dari penggunaan boraks dalam pemanfaatannya yang salah pada kehidupan dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan manusia.Boraks memiliki efek racun yang sangat berbahaya pada sistem metabolismemanusia sebagai halnya zat-zat tambahan makanan lain yang merusak kesehatan manusia.Mengkonsumsi boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalamorgan hati, otak dan testis.Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaannamun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuhdalam jumlah kecil akan dikelurkan melalui air kemih dan tinja, serta sangatsedikit melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzimmetabolisme tetapi juga menganggu alat reproduksi pria (Artika, 2009).Sering mengkonsumsi makanan berboraks akan menyebabkan gangguanotak, hati, lemak dan ginjal.

 Dalam jumlah banyak, boraks menyebabkandemam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf  pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakanginjal, pingsan bahkan kematian (Widyaningsih dan Murtini, 2006).Keracunan kronis dapat disebabkan oleh absorpsi dalam waktulama.Akibat yang timbul diantaranya anoreksia, berat badan turun, muntah,diare, ruam kulit, alposia, anemia dan konvulsi.Penggunaan boraks apabiladikonsumsi secara terus-menerus dapat mengganggu gerak pencernaan usus,kelainan pada susunan saraf, depresi dan kekacauan mental.Dalam jumlahserta dosis tertentu, boraks bisa mengakibatkan degradasi mental, sertarusaknya saluran pencernaan, ginjal, hati dankulit karena boraks cepatdiabsorbsi oleh saluran pernapasan dan pencernaan, kulit yang luka ataumembran mukosa (Saparinto dan Hidayati, 2006).Gejala awal keracunan boraks bisa berlangsung beberapa jam hinggaseminggu setelah mengonsumsi atau kontak dalam dosis toksis. Gejala kliniskeracunan boraks biasanya ditandai dengan hal-hal berikut (Saparinto danHidayati, 2006):

 

  • Sakit perut sebelah atas, muntah dan mencret
  • Sakit kepala, gelisah
  • Penyakit kulit berat
  • Muka pucat dan kadang-kadang kulit kebiruan
  • Sesak nafas dan kegagalan sirkulasi darah
  • Hilangnya cairan dalam tubuh
  • Degenerasi lemak hati dan ginjal
  • Otot-otot muka dan anggota badan bergetar diikuti dengan kejang-kejang
  • Kadang-kadang tidak kencing dan sakit kuning
  • Tidak memiliki nafsu makan, diare ringan dan sakit kepala

 

Uji kualitatif

›  Asam Sulfat Pekat dan Alkohol (uji nyala api)
H3BO3+ 3 CH3OH →B(OCH3)3↑ + 3 H2O

›  Asam Klorida Pekat.

›  Larutan Perak Nitrat.

›  Larutan Barium Kloridassss

›  Kerja oleh panas

 

 

Metode nyala api

›  Tumbuk sample hingga halus dengan mortar, kemudian timbang sample sebanyak ± 3 gram sample.

›  Masukkan ke dalam cawan petri, dan atur pH denganmenambahkan air kapur jenuh hingga suasana menjadi asam,diukur dengan kertas lakmus.

›  Setelah asam, kemudian masukkan cawan petri ke dalamfurnace.

›  Tambahkan 5 ml H2SO4 pekat, aduk sampai homogen hinggalarutan menjadi asam (lakmus biru menjadi merah), tambahkan10 ml methanol kemudian nyalakan. Jika nyala api berwarna hijau maka dinyatakan adanya asam borat dan boraks.

Metode kertas kunyit

›  Bahan makanan atau minuman kurang lebih 20 gram (sebelumnyadihaluskan dulu) masukkan ke dalam cawan porselin.

›  Tambahkan larutan kapur jenuh sampai basa (lakmus merahmenjadi biru).masukkan dalam waterbath.Panaskan di atas kompor.

›  Pijarkan sampai menjadi abu, kemudian kerjakan sebagai berikut

›  Sebagian abu dimasukkan ke dalam tabung reaksi, tambahkan HCl10% sampai menjadi asam,

›   saring dengan kertas saring,

›   celupkan kertas curcuma ke dalam air hasil saringan, jika kertas curcumamemerah kembali dengan asam tambahkan amoniak menjadi hijaubiru tua maka dinyatakan adanya asam borat dan boraks

metode test kits boraks

›  Bahan uji berupapadatanCincang atau lumatkan dengan digerus bahan yang akan diuji,ambil setengah sendok teh dan masukkan dalam botol uji yangtelah disediakan.

›  Campur dengan 10 ml air mendidih. Aduk danbiarkan dingin.Tambahkan 5 ml HCl teknis dan 4 tetes reagen cair. Tutup botoldan kocok dengan kuat.Ambil kertas uji dan celupkan ke dalam botol sampai terendamsebagian

›  Keringkan di bawah terik matahari atau diangin-anginkan.Setelah kering amati bagian kertas uji yang tadi dibasahi. Jikaterbentuk warna merah bata berarti bahan yang diuji positif mengandung boraks

›  Bahan uji berupacairanAmbil 1 sendok makan bahan yang akan diuji (±5ml) dan 4tetes reagen cair.

›  Tutup botol dan kocok dengan kuat.

›  Ambil kertas uji dan celupkan ke dalam botol sampaiterendam sebagian.

›  Keringkan di bawah terik matahari atau diangin-anginkan.Setelah kering amati bagian kertas uji yang tadi dibasahi

›  .Jika terbentuk warna merah bata berarti bahan yang diujipositif mengandung boraks

UJI KUANTITATIF

  • Dengan metode titrasi asam- basa

Semua senyawa organik dihilangkan pada proses pengarangan, kemudian sisa-sisa senyawa organik (C) dijadikan karbonat pada proses pengabuan setelah diberi air kapur. Semua karbonat diendapkan dalam keadaan alkalis dengan air kapur. Sisa-sisa karbonat dalam larutan diikat dengan H2SO4 sambil dipanaskan. Asam borat bebas direaksikan dengan manitol yang memberikan H yang dapat ditentukan secara acidimetri.

  • Dengan metode spektrofotometri uv-vis

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s