Posted: Desember 12, 2013 in Uncategorized

   JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN NON STERIL

SEMESTER V – 2013 / 2014

 

Kelompok : 3 B                                  Tanggal Praktikum :

Anggota :

Nurul Hidayah                        A 0111 025                                        

Muthia Ulfah                          A 0111 029   

Septa Rani Pajrin                    A 0111 034

Sani Hoeruman                       A 0111 039

Anisa Amalia                          A 0123 116

Assisten: Diah Lia Aulifa, S.Si, M.Si, Apt

                Siti Uswatun Hasanah, S.Farm.Apt.

                                               

—————————————————————————————————

Tugas   : Tablet Antalgin – Granulasi Kering

Variasi : Penghancur dalam – Amprotab

 

I. Preformulasi

 

1. Antalgin – Metampiron

Rumus molekul : C13H16N3NaO4S.H2O     

Bobot molekul        : 351,37

 

Pemerian                 : Serbuk hablur, putih atau putih kekuningan.

Kelarutan                : mudah larut dalam air, dalam metanol, dan tidak larut dalam Eter.

                  Penggunaan terapi   : analgetikum, antipiretikum

Dosis :

–          Oral : Usia 3 bulan – 1 tahun dosis sekali 50 mg, dosis sehari 150 – 200 mg

  Usia 1 – 6 tahun dosis sekali 50 – 100 mg, dosis sehari 150 – 400 mg

  Usia 6 – 12 tahun dosis sekali 20 – 300 mg, dosis sehari 600 – 1,2 g

  Usia diatas 15 tahun dosis sekali 500 mg maksimal sampai 4 kali sehari

Mekanisme kerja :  

  • Analgetikum yaitu menginhibisi sintesis prostsglandin di sistem saraf pusat.
  • Antipiretikum yaitu bekerja sentral di pusat pengatur panas hipotalamus untuk memproduksi vasodilator perifer dengan meningkatkan aliran darah di kulit, melalui keringat dan penghilangan panas.

Efek samping:

  • Reaksi hipersensitivitas : alergi (urtikaria)
  • Efek samping paling berat adalah diskarsia darah ( agranulositosis, leukopenia, trombositopenia ) dan syok.
  • Adanya syok karena reaksi hipersensitivitas

Penyimpanan :

Pada suhu kamar (25 – 30)° C dan tempat kering, terlindung dari cahaya.

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.187-186

 

2. Amylum

(C6H10O5)n , dengan n = 300-1000

Pemerian    : Tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.

Kegunaan   : Glidan; pengisi tablet dan kapsul; penghancur tablet dan kapsul; pengikat tablet.

Kelarutan    : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin. Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada 37˚C.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat denan kegunaannya sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.     

pH                                      : 5,5 – 6,5

Densitas                             : 1,478 g/cm30

Suhu gelatinasi                  :  73º C untuk pati jagung.

Aliran                                 : 10,8-11,7 g/det

Kelembaban                       : 11% untuk pati jagung.

Distribusi ukuran partikel : 2-32 μm untuk pati jagung.

Suhu pengembangan          : 65˚ untuk pati jagung.

Stabilitas                            : Stabil tapi higroskopis.

Penyimpanan                     : Harus disimpan pada tempat sejuk dan kering (15 – 25oC), dalam wadah kedap udara. 

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.685

3.  Avicel

Pemerian     : Serbuk hablur sangat halus; putih; tidak berbau

Kegunaan    : Absorban 20 – 90%, pengikat pada kapsul 20 – 90%, disentegran 5 – 15%, pengikat pada tablet 20 – 90%.

Kelarutan    : Sedikit larut dalam 5% b/v larutan sodium hidroksi, praktis tidak larut dalam air, asam encer, dan pelarut organik lainnya.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Secara luas digunakan dalam farmasi terutama sebagai pengikat pada formulasi sediaan tablet dan kapsul, kedua dimana digunakan dalam proses granulasi basah dan kempa langsung.

Higroskopisitas       : higroskopis

Titik leleh                : 260 – 270°C

Densitas                  : densitas (sejati) 1,512 – 1,668 g/cm3

Kelembaban            : mempunyai kelembaban tidak lebih dari 5% b/b.

Stabilitas                 : stabil, higroskopis

Inkompatibilitas      : menyebabkan oksidasi yang kuat

Penyimpanan : Penyimpanan dengan wadah tertutup baik dalam tempat sejuk pada suhu 8 – 15˚C, tempat kering

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6thed, 2009, hal.129

4.  Octadecanoic acid Mg salt (Magnesium stearat)

C36H70MgO4    BM = 591,27

Pemerian       : Hablur sangat halus, putih, berbau khas dan berasa.

Kegunaan     : Lubrikan untuk tablet dan kapsul.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Digunakan untuk kosmetik, makanan, dan formulasi obat. Biasanya digunakan sebagai lubrikan pada pembuatan kapsul dan tablet dengan jumlah antara 0,25 – 5,0 %.

Kelarutan      :

  • Praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%), eter, dan air.
  • Sedikit larut dalam benzen hangat dan etanol (95%) hangat.

Densitas        :  1,03 – 1,08 g/cm3.

Sifat aliran     : Sulit mengalir, bubuk kohesif.

Polimorfisme : Trihidrat, bentuk asikular dan dihidrat, bentuk lamellar

Titik leleh      : 88,5˚ C.

Stabilitas       : Stabil.

Inkompatibilitas : Dengan asam kuat,alkali, dan garam besi.

Penyimpanan     :Disimpan pada wadah sejuk (15 – 25oC), kering, dan tertutup rapat.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.404

5. Talk

Pemerian     : Serbuk sangat halus, putih sampai putih abu-abu, tidak berbau. Langsung melekat pada kulit, lembut disentuh.

Kegunaan                           : Anticaking agent, glidan, pengisi tablet dan kapsul, lubrikan tablet dan kapsul.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :  

Digunakan pada sediaan oral padat sebagai lubrikan dan pengisi.

Pemakaian :

  • Glidan dan lubrikan tablet : 1-10%
    • Pengisi tablet dan kapsul : 5-30%

Kelarutan   : Praktis tidak larut dalam larutan asam dan alkali, larutan organik, dan air.

pH              : 6,5 – 10 untuk larutan dispersi 20% b/v

Kekerasan            : 1 – 1,5

Higroskopisitas    : Talc tidak mengabsorpsi sejumlah air pada suhu 25˚C dan kelembaban relatif naik hingga 90%.

Distribusi ukuran partikel : bervariasi

Indeks refraksi     : nD = 1,54 – 1,59

Gravitasi spesifik : 2,7 – 2,8

Stabilitas              : Stabil, dapat disterilisasi dengan pemanasan pada 160˚C selama tidak lebih dari 1 jam.

Inkompatibilitas : dengan senyawa amonium kuarterner.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.728

6.  Povidon (PVP)

1-Ethenyl-2-pyrrolidinone homopolymer.

(C6H9NO)n    BM = 2500 – 3 juta.

Pemerian    : Serbuk sangat halus, berwarna putih sampai krem, tidak atau hampir tidak berbau, higroskopik.

Kegunaan   : Pensuspensi, pengikat tablet.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Biasa digunakan pada sediaan padat. Larutan povidon dapat digunakan sebagai coating agent.

Pemakaian :

  • Pembawa obat : 10 – 25 %
  • Pendispersi : sampai 5%
  • Suspending agent : sampai 5%
  • Pengikat, pengisi, atau penyalut tablet : 0,5 – 5% 

pH              : 3,0 – 7,0  untuk larutan 5% b/v

Densitas      : 1,17-1,18 g/cm3

Higroskopisitas                   : Sangat higroskopis, sejumlah lembab yang nyata  

                                  terabsobsi pada kelembaban relatif yang rendah.

Titik leleh               : Melembut pada 150˚C.

Indeks refraksi      : nD = 1,54 – 1,59

Kelarutan                            : Larut dalam asam, kloroform, etanol, keton, metanol, dan

                                 air. Praktis tidak larut dalam eter, hidrokarbon dan minyak

                                 mineral.

Stabilitas                            : Povidone stabil dalam siklus pemanasan yang pendek

                                 sekitar 110 -130˚C.

Penyimpanan          : disimpan dalam wadah tertutup, sejuk (15 – 25oC), dan  

                                 kering.

Inkompatibilitas     : dengan senyawa amonium kuarterner.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.581.

7. Amprotab

(C6H10O5)n , dengan n = 300-1000

Pemerian     : Tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-

                      granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk

                      yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.

Kegunaan    : Glidan; pengisi tablet dan kapsul; penghancur tablet dan kapsul; 

                       pengikat tablet.

Kelarutan    : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin.

                       Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada  

                       37˚C.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal:

Sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat dengan kegunaannya sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.     

pH               : 5,5 – 6,5

Densitas      : 1,478 g/cm30

Suhu gelatinasi                    :  73º C untuk pati jagung.

Aliran                                  : 10,8-11,7 g/det

Kelembaban                        : 11% untuk pati jagung.

Distribusi ukuran partikel    : 2-32 μm untuk pati jagung.

Suhu pengembangan           : 65˚C untuk pati jagung.

Stabilitas     : Pati kering dan tanpa pemanasan stabil jika dilindungi dari

                      kelembaban yang tinggi. Jika digunakan sebagai penghancur pada  

                      tablet dibawah kondisi normal pati biasanya inert. Larutan pati

                      panas atau pasta secara fisik tidak stabil dan mudah ditumbuhi

                      mikroorganisme sehinggamenghasilkan turunan pati dan

                      modifikasinya yang berbentuk unik,   

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.483-487

 

II. Formula dan Kesimpulan Metode

a. Formula yang akan dibuat :

R/ Antalgin              250 mg

          Amprotab            10 %

          PVP                    10 %

          Avicel

          Mg-stearat           1 %

          Talk                     2 %

          Amilum kering    5 %

 

b. Metoda / teknik pembuatan :

Metoda Granulasi Kering

 

c. Alasan pemilihan metode :

  •  antalgin memiliki sifat alir yang buruk, memiliki dosis efektif zat  

 aktif yang terlalu besar untuk kempa langsung

  •  antalgin tidak stabil terhadap lembab.

 

III. Perhitungan

Formula yang akan dibuat :

Tiap tablet Antalgin mengandung Antalgin  250 mg.

Bobot tablet yang akan dibuat : 500 mg.

Jumlah tablet Antalgin yang akan dibuat : 300 tablet.

Untuk tiap tablet :

Fasa dalam : Antalgin                                                : 250 mg                          

(92%)              PVP            : 0,1 x 500 mg                 :  50 mg

                    Amprotab    : 0,1  x 500mg                 : 50 mg

                    Avicel         : (460-250-50-50)mg       :  53 mg

 

                                                                          F.D : 0,92 x 500 mg

                                                                                = 460 mg

  Fasa luar : Mg-stearat              1%

Talk                       2%

Amilum kering      5%

 

Untuk 300 tablet

Bobot granul teoritis :

Fasa dalam : Antalgin         : 250 mg x 300            : 75 g                          

(92%)            PVP               :   50 mg x 300            : 15 g

                      Amprotab      :   50 mg x 300            : 15 g

                      Avicel            :   110 mg x 300          : 33 g

                                                             

                                                                                          : 138 g

Dalam praktikum diperoleh berat granul 105.81 gram

  • jika kadar air tidak diperhitungkan :

zat aktif dalam granul = gram

jumlah tablet =   tablet

maka Fase Luar (FL) :  gram, yang terdiri dari :

              Mg-stearat             =

              Talc                       =

              Amilum kering      =

massa cetak = (105.81 + 9.20) gram = 115.01 gram

bobot / tablet =           

 

IV. Penimbangan

Antalgin                      :         75        gram

PVP                             :         15        gram

Amprotab                    :         15        gram

Avicel                          :         33        gram

Mg-stearat                   :         1,15     gram

Talk                             :          2,5      gram

Amilum kering            :          5,75    gram

 

 

V. Prosedur

  1. Antalgin dan bahan pembantu ditimbang sesuai dengan yang dibutuhkan
  2. Antalgin, Amprotab,  yang telah ditimbang, dicampur dalam mesin pencampur serbuk hingga homogen dalam waktu tertentu (± 3menit)
  3. Larutan PVP (PVP dilarutkan sempurna dalam etanol) ditambahkan sedikit-sedikit ke dalam campuran antalgin, Amprotab, mg-stearat dan talk hingga diperoleh campuran / massa yang baik (dapat dikepal namun dapat dihancurkan kembali)
  4. Campuran dibentuk menjadi granul dengal menggunakan ayakan nomor 16
  5. Granul dikeringkan dalam lemari pengering / oven pada suhu 50 – 60 0C (saat pengeringan dalam oven, granul dibungkus oleh kain batis)
  6. Tentukan kadar air dengan menggunakan moisture analyzer
  7. Jika granul telah memenuhi persyaratan kadar air ( ≤ 2 %), granul diayak kembali dengan ayakan nomor 32
  8. Lakukan evaluasi granul
  9. Granul dicampur dengan fasa luar yang telah ditimbang
  10. Lakukan pencetakan tablet
  11. Lakukan evaluasi tablet

 

VI. Evaluasi dan Hasil Evaluasi

  1. Granul
  1. Penetapan Kadar Air

      Sebanyak 2 g granul ditimbang, kemudian disimpan dalam piring dan ratakan, lalu masukkan ke dalam alat moisture balance. Diamkan beberapa waktu hingga skala menunjukkan angka yang tetap. Kadar air granul dapat dibaca pada skala tetap.

  1. Penetapan Bobot Jenis Sejati

      Penetapan ditentukan dalam piknometer 10 mL dengan menambahkan cairan pendispersi yang tidak melarutkan granul atau serbuk.

  1. Penetapan Bobot Jenis Nyata, Bobot Jenis Mampat, Kadar Pemampatan, dan Porositas

Sebanyak 100 g (B) granul atau serbuk dimasukkan ke dalam gelas ukur 250 mL, catat volumenya (V0). Selanjutnya dilakukan pengetukan dengan alat. Volume pada ketukan ke 10, 50, dan 500 diukur, lalu dilakukan perhitungan sebagai berikut :

BJ nyata = g/mL

BJ mampat = g/ml

Kadar Pemampatan =

Porositas=

4.   Kecepatan aliran

      1. timbang beker glass kosong (Wo)

2. set skala pada posisi 0

3. masukkan granul ke corong

4. alat dihidupkan

5. catat waktu alir (t)

6. timbang beker glass berisi granul (Wt)

7. hitung aliran granul :

5.    Sudut Istirahat

1. dengan melakukan prosedur yang sama pada prosedur 4

2. ukut tinggi puncak taburan granul (h)

3. ukur diameter lingkaran yang terbentuk dari taburan granul (d = 2r)

4. hitung sudut yang terbentuk dari taburan granul tersebut antara bidang datar dengan tinggi granul : tan a = h / r

 

  1. Tablet

1.   Penampilan

Tablet diamati secara visual, apakah terjadi ketidakhomogenan zat warna atau tidak, bentuk tablet, permukaan cacat atau tidak dan bebas dari noda atau bintik-bintik. Bau tablet tidak boleh berubah.

2.   Keseragaman Ukuran

Diambil secara acak 20 tablet, lalu diukur diameter tebalnya menggunakan jangka sorong.      

3.   Keragaman Bobot

      Diambil 20 tablet secara acak lalu timbang masing-masing tablet. Hitung bobot rata-rata dan penyimpangan terhadap bobot rata-rata.

4.   Uji Disolusi  (FI IV)

Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah, pasang alat, biarkan Media disolusi hingga suhu 37°+0.5°, dan angkat termometer. Masukkan satu tablet ke dalam alat, hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan, ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung, tidak kurang 1cm dari dinding wadah. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi.

5.   Kekerasan Tablet

Dilakukan menggunakan hardness tester terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Kekerasan diukur berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kg. Satuan kekerasan adalah kg/cm2. Dihitung kekerasan rata-rata dan standar deviasinya.

6.   Friabilitas

Dilakukan dengan menggunakan alat friabilator terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet terhadap bantingan selama waktu tertentu. Friabilitas dipengaruhi oleh sudut tablet yang kasar, kurang daya ikat serbuk, terlelu banyak serbuk halus, pemakaian bahan yang tidak tepat, massa cetak terlalu kering.

  1. diambil 20 tablet secara acak
  2. tablet dibersihkan dari debu kemudian ditimbang (Wo)
  3. tablet dimasukkan dalam alat
  4. alat dinyalakan selama 4 menit
  5. tablet dibersihkan dan ditimbang (Wt)

 Tablet yang baik memiliki friabilitas kurang dari 1 %.

                         

            7.   Friksibilitas

Dilakukan dengan menggunakan alat friabilator terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet terhadap gesekan antar tablet selama waktu tertentu.  

  1. diambil 20 tablet secara acak
  2. tablet dibersihkan dari debu kemudian ditimbang (Wo)
  3. tablet dimasukkan dalam alat
  4. alat dinyalakan selama 4 menit
  5. tablet dibersihkan dan ditimbang (Wt)

 

            8.  Uji Waktu Hancur Tablet Tidak Bersalut (FI IV)

Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan 1 cakram pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan air bersuhu 37° + 2° sebagai  media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera pada monografi, angkat keranjang dan amati semua tablet : semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya : tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL EVALUASI

No.

Jenis Evaluasi

Hasil evaluasi

Parameter

1.

Laju alir serbuk

Berat beker kosong (Wo) : 1,67 gram

Waktu alir  (t) : 3,59 detik

Berat granul(W) : 43,68 gram

Laju Alir : 11,70 g/detik   

Sangat baik

Laju alir yang baik

>10 sangat  baik
4–10 baik
1,6–4 sukar
<1,6 Sangat sukar

2.

Laju alir massa siap cetak

Berat beker kosong (Wo) : 1,71gram

Waktu alir  (t) : 2,59 detik

Berat granul(W) : 47,70 gram

Laju Alir : 17,75 g/detik   

 

3.

 

 

 

 

4.

Sudut istirahat serbuk

 

 

 

 

Sudut istirahat siap cetak

 

Tinggi Puncak (h) : 1,8 cm

Diameter Taburan (d) : 9,45 cm

Jari – Jari (r) : 4,725 cm

Sudut Istirahat : 0,380  ͦ

Sangat baik

 

Tinggi Puncak (h) : 1,5 cm

Diameter Taburan (d) : 9,7 cm

Jari – Jari (r) : 4,85 cm

Sudut Istirahat : 0,309  ͦ

 

Sudut Istirahat (_) Sifat Aliran
< 25 Sangat baik
25 – 30 Baik
30 – 40 Cukup
> 40 Sangat sukar

 

BJ  serbuk

 

 

 

 

 

 

Bj massa siap cetak

 

Bobot ( B ) = 58,66 gram

Vol awal     = 97 ml

Vol mampat = 87 ml

Bj mampat = 0,676 gram/ ml

Bj nyata = 0,562 gram / ml

Kadar pemampatan = 16, 85%

Baik

Bobot = 62,32 gram

Vol awal = 95 ml

Vol mampat = 87 ml

Bj mampat = 0,676

Bj nyata = 0,562

Kadar pemampatan = 16, 85 %

Baik

Parameter  kompresibilitas %

5 – 12 Sangat baik
12 – 18 Baik
18 – 23 Cukup
23 – 33 Kurang
33 – 38 Sangat kurang
> 38 Sangat buruk

 

 

 

 

A. Granul

 

  • Bobot jenis (granul)

 

Piknometer = 11,87 gram

Piknometer + paraffin = 24,21 gram

Piknometer + paraffin + granul = 24,22 gram

Zat = 0.1 gram

 

Bj paraffin :

 

 

 

  =  1,234

 

Berat serbuk yang tergantikan untuk serbuk :

 

 (berat paraffin – piknometer kosong):

 

(12,34 – 11,87) = 0,47

 

            Volume yang tergantikan oleh serbuk :

            =  = 0,38 ml

 

           Bj serbuk = 

 

 = 0,01 g/ml

 

B. Tablet

No.

Jenis Evaluasi

Hasil evaluasi

1.

Keragaman Bobot (g)

 

 

 

 

 

 

0, 49

0,51

0,51

0,49

0, 49

0,51

0,49

0,49

0,49

0,49

0,49

0,50

0,50

0,51

0,49

0,51

0,51

0,49

0,49

0,50

 

Rata – rata : 0.498  g

Standar Deviasi : 3.574225

Parameter keseragaman bobot tidak boleh ada satu tablet yang bobot tablet nya menyimpang dari rata- rata yang telah ditetapkan yaitu tidak boleh ada tablet yang menyimpang dari rata- rata dari 5% dan 10%  untuk tablet >300mg.

#semua tablet memasuki kriteria

2.

Keragaman Ukuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan

Rata-rata (cm)

Standar Deviasi

 

 

 

 

Diameter (cm)

 

Tebal (cm)

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,33

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,33

0,33

 

 

 

diameter

 

tebal

1,21

 

0,3345

 

0

 

 

 

Tebal tablet tidak boleh kurang dari 11/3 diameter tablet atau 4/3 diameter tablet.

Tablet memasuki kriteria

3.

Kekerasan (kg / cm2)

 

13

13

13

13

13

10

13

13

13

12

13

13

11

12

13

12

13

11

13

12

 

Rata – rata:   12.08 kg / cm2

Standar Deviasi :  0.0378

Parameter tablet : untuk tablet yang beratnya 400 – 700 mg kriteria dari kekerasan tablet yang memenuhi syarat adalah 7- 14 N .

# tablet memasuki kriteria

4.

Friksibilitas

Bobot tablet awal (Wo) : 4.09 gram

Bobot tablet akhir (Wt) : 4.09 gram

 

 

= 0  %

    Parameter friksibilitas yaitu friksibilitas tidak boleh lebih dari 1%

#tablet memasuki kriteria

5.

Friabilitas

Bobot tablet awal (Wo) : 5.04 gram

Bobot tablet akhir (Wt) : 5.04gram

 

=   0  %

    Parameter friabilitas yaitu hasil dari friabilitas tidak boleh lebih dari 1%

#tablet memasuki kriteria

6.

Waktu Hancur

Waktu tablet ke – 1 hancur :   8,43menit

Waktu tablet ke – 6 hancur :  14,23 menit

Selisih waktu :  5,8 menit

 Parameter waktu hancur tablet untuk tablet yang tidak bersalut adalah 15 menit.

#tablet memasuki kriteria

 

 

   Parameter keseragaman bobot

 

5%

Batas atas =  24,9 + 498,5 = 523,4

Batas bawah = 24,9 – 498, 5= 473, 6

10%

Batas atas =  49,85 + 498, 5  = 548 ,35

Batas bawah = 49, 85 – 498,5 = 448, 65

 

 

  • Massa yang belum dicetak = 48  gram
  • Massa rata-rata 1 tablet =   0.481  gram
  • Tablet seharusnya = 300 tablet

 

  • % Rendemen

 

   x 100%

 

 =  x 100% = 80 %

 

  • Standar deviasi

 

 x 100%

 

  x 100% = 11.3 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII. PEMBAHASAN

 

Pada pembuatan tablet dengan zat aktif antalgin dibuat dengan metode granulasi kering karena antalgin memiliki sifat alir yang buruk, memiliki dosis efektif zat aktif yang terlalu besar untuk kempa langsung dan karena antalgin tidak stabil terhadap lembap. Apabila antalgin dibuat dengan metode granulasi basah maka antalgin akan mengalami peruraian dengan lambat, dimana akan terjadi reaksi kesetimbangan sehingga tidak memungkinkan digunakan metode granulasi basah.

Pembuatan tablet antalgin dengan metode granulasi kering digunakan eksipien untuk fase dalam dan eksipien untuk fase luar. Pembagian fase luar dan fase dalam dibagi berdasarkan fungsi dan karakteristik setiap zat. Fase dalam biasanya terdiri dari zat aktif, zat pengisi, dan zat pengikat. Sedangkan fase luar adalah zat eksipien yang berfungsi untuk membantu proses pengempaan tablet, yaitu zat pelincir dan zat eksipien lain. Granulasi serbuk dilakukan untuk meningkatkan aliran dan karakteristik serbuk (atau campuran serbuk). Hal ini berkaitan erat dengan parameter kualitas yang harus dimiliki oleh zat yang akan dibuat tablet, yakni memiliki aliran (flow ability) dan kemampuan dikempa (compressibility) yang tinggi. Antalgin berperan sebagai zat aktif dengan efek farmakologis sebagai zat antipiretik dan analgesik. Parasetamol dimasukkan ke fase dalam agar antalgin tersebut dibuat granul sehingga dapat meningkatkan sifat alirnya yang buruk.

Pada pembuatan tablet antalgin digunakan amprotab sebagai penghancur dalam (fasa dalam) tablet. Amprotab merupakan zat tambahan fase dalam yang digunakan sebagai pengisi dan pengikat karena harga ekonomis sehingga mengurangi biaya produksi. Berfungsi sebagai pengisi untuk menambah massa tablet yang akan dicetak dan fungsi sebagai pengikat untuk mengikat zat aktif dan zat pengisi sehingga dapat tercampur dengan homogen.

PVP digunakan sebagai pengikat yang juga berfungsi sebagai disintegrant yang membantu penghancuran tablet sehingga meningkatkan kelarutan obat dalam cairan tubuh. persyaratan PVP yang diperbolehkan dalam penggunaanya antara 10 – 25%. Pada formula PVP yang digunakannya seharusnya 10%, namun karena PVP yang digunakan pada pembuatan tablet antalgin tidak homogen sehingga PVP tersebut tidak dapat mengikat dengan baik sehingga pada evaluasi tablet yang telah jadi memiliki kekerasan dibawah 4 kg/cm2. Maka PVP yang digunakan menjadi 12%, hal ini dilakukan agar PVP dapat mengikat fasa dalam lain dengan baik, dan agar tablet antalgin tersebut memiliki kekerasan di atas 4 kg/ cm2 atau memiliki kekerasan sesuai dengan persyaratan tablet yaitu antara 4 – 8 kg/ cm2.

Avicel dapat digunakan sebagai bahan pengikat, pengisi, penghancur, dan pelicin. Avicel yang digunakan yaitu avicel PH 102, karena avicel PH 102 berbentuk granul dengan sifat alir yang baik sehingga menghasilkan tablet dengan kekerasan yang memenuhi syarat. Selain itu, avicel memiliki kadar lembab tinggi, sehingga dapat membuat ikatan yang cukup kuat antara zat aktif dengan eksipiennya.

Talk dan Mg-stearat adalah eksipien untuk fase luar yang berfungsi sebagai pelincir yang dapat meningkatkan aliran granul sehingga tersebar ke seluruh tempat cetakan pada saat pengempaan dan agar tidak meyumbat pada cetakan. Selain itu dapat memperpanjang waktu penghancuran obat, sehingga pada saat dilakukan uji friabilitas, massa tablet tidak berkurang banyak. Kedua zat ini ditambahkan sebagai fase luar untuk memberikan hasil yang lebih baik pada kekerasan tablet dibandingkan ditambahkan sebagai fase dalam. Pada formulasi tablet, talcum ditambahkan sebanyak 1- 10% dan magnesium stearat ditambahkan sebanyak 0.25- 5%. Pada percobaan ini digunakan talcum 2% dan magnesium stearat 1%, penambahan hanya sedikit karena pelincir yang banyak dapat menyebabkan tablet terlalu keras sehingga sulit hancur dan sulit terlarut serta sulit dimetabolisme didalam tubuh.

Evaluasi terhadap granul dilakukan dengan menentukan laju alir granul, sudut istirahat, dan % ketemampatan. Pada evaluasi granul yang terdiri dari zat aktif antalgin, amprotab, PVP, avicel, dan sebagian Mg-stearat dan talk memiliki laju alir 13,79 g/detik dan sudut istirahat sebesar 24,7o. Hal ini menunjukan bahwa granul tersebut memiliki sifat aliran yang sangat baik. Laju alir granul memegang peranan penting dalam pembuatan tablet. Sedangkan persentase (%) ketermampatan yang diperoleh yaitu sebesar 24% yang menunjukan bahwa granul tersebut memiliki sifat alir yang baik. Laju alir, sudut istirahat, dan % ketermampatan yang diperoleh dari granul setelah ditambahkan dengan sisa Mg-stearat dan talk yaitu 19,29 g/detik,  sudut istirahat yang diperoleh sebesar 23,07o, dan % ketermampatan yang diperoleh sebesar 23,53%. Hal tersebut menunjukan bahwa campuran dari granul tersebut memiliki sifat alir yang sangat baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.   

Anonim, 1995 Farmakope Indonesia, IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

C, Raymond Rowe. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009. USA: Pharmaceutical Press

Kluwer, Wolters. Drug Facts and Comparisons. 2006. London

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                     DAFTAR PUSTAKA

 

   Anief, Moh. Ilmu Meracik Obat. 2004. Yogyakarta : Gadjah Mada University  Press.

          Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, III, Departemen Kesehatan Republik    

            Indonesia, Jakarta.     

    C, Raymond Rowe. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009. USA: Pharmaceutical Press

    Depkes RI.1979.  Farmakope Indonesia Ed III.1979.Jakarta

    Facts & Comparisons. 2006. Drug Facts and Comparisons 2006.London: Wolters

   JURNAL PRAKTIKUM TEKNOLOGI SEDIAAN NON STERIL

SEMESTER V – 2013 / 2014

 

Kelompok : 3 B                                  Tanggal Praktikum :

Anggota :

Nurul Hidayah                        A 0111 025                                        

Muthia Ulfah                          A 0111 029   

Septa Rani Pajrin                    A 0111 034

Sani Hoeruman                       A 0111 039

Anisa Amalia                          A 0123 116

Assisten: Diah Lia Aulifa, S.Si, M.Si, Apt

                Siti Uswatun Hasanah, S.Farm.Apt.

                                               

—————————————————————————————————

Tugas   : Tablet Antalgin – Granulasi Kering

Variasi : Penghancur dalam – Amprotab

 

I. Preformulasi

 

1. Antalgin – Metampiron

Rumus molekul : C13H16N3NaO4S.H2O     

Bobot molekul        : 351,37

 

Pemerian                 : Serbuk hablur, putih atau putih kekuningan.

Kelarutan                : mudah larut dalam air, dalam metanol, dan tidak larut dalam Eter.

                  Penggunaan terapi   : analgetikum, antipiretikum

Dosis :

–          Oral : Usia 3 bulan – 1 tahun dosis sekali 50 mg, dosis sehari 150 – 200 mg

  Usia 1 – 6 tahun dosis sekali 50 – 100 mg, dosis sehari 150 – 400 mg

  Usia 6 – 12 tahun dosis sekali 20 – 300 mg, dosis sehari 600 – 1,2 g

  Usia diatas 15 tahun dosis sekali 500 mg maksimal sampai 4 kali sehari

Mekanisme kerja :  

  • Analgetikum yaitu menginhibisi sintesis prostsglandin di sistem saraf pusat.
  • Antipiretikum yaitu bekerja sentral di pusat pengatur panas hipotalamus untuk memproduksi vasodilator perifer dengan meningkatkan aliran darah di kulit, melalui keringat dan penghilangan panas.

Efek samping:

  • Reaksi hipersensitivitas : alergi (urtikaria)
  • Efek samping paling berat adalah diskarsia darah ( agranulositosis, leukopenia, trombositopenia ) dan syok.
  • Adanya syok karena reaksi hipersensitivitas

Penyimpanan :

Pada suhu kamar (25 – 30)° C dan tempat kering, terlindung dari cahaya.

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.187-186

 

2. Amylum

(C6H10O5)n , dengan n = 300-1000

Pemerian    : Tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.

Kegunaan   : Glidan; pengisi tablet dan kapsul; penghancur tablet dan kapsul; pengikat tablet.

Kelarutan    : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin. Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada 37˚C.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat denan kegunaannya sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.     

pH                                      : 5,5 – 6,5

Densitas                             : 1,478 g/cm30

Suhu gelatinasi                  :  73º C untuk pati jagung.

Aliran                                 : 10,8-11,7 g/det

Kelembaban                       : 11% untuk pati jagung.

Distribusi ukuran partikel : 2-32 μm untuk pati jagung.

Suhu pengembangan          : 65˚ untuk pati jagung.

Stabilitas                            : Stabil tapi higroskopis.

Penyimpanan                     : Harus disimpan pada tempat sejuk dan kering (15 – 25oC), dalam wadah kedap udara. 

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.685

3.  Avicel

Pemerian     : Serbuk hablur sangat halus; putih; tidak berbau

Kegunaan    : Absorban 20 – 90%, pengikat pada kapsul 20 – 90%, disentegran 5 – 15%, pengikat pada tablet 20 – 90%.

Kelarutan    : Sedikit larut dalam 5% b/v larutan sodium hidroksi, praktis tidak larut dalam air, asam encer, dan pelarut organik lainnya.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Secara luas digunakan dalam farmasi terutama sebagai pengikat pada formulasi sediaan tablet dan kapsul, kedua dimana digunakan dalam proses granulasi basah dan kempa langsung.

Higroskopisitas       : higroskopis

Titik leleh                : 260 – 270°C

Densitas                  : densitas (sejati) 1,512 – 1,668 g/cm3

Kelembaban            : mempunyai kelembaban tidak lebih dari 5% b/b.

Stabilitas                 : stabil, higroskopis

Inkompatibilitas      : menyebabkan oksidasi yang kuat

Penyimpanan : Penyimpanan dengan wadah tertutup baik dalam tempat sejuk pada suhu 8 – 15˚C, tempat kering

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6thed, 2009, hal.129

4.  Octadecanoic acid Mg salt (Magnesium stearat)

C36H70MgO4    BM = 591,27

Pemerian       : Hablur sangat halus, putih, berbau khas dan berasa.

Kegunaan     : Lubrikan untuk tablet dan kapsul.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Digunakan untuk kosmetik, makanan, dan formulasi obat. Biasanya digunakan sebagai lubrikan pada pembuatan kapsul dan tablet dengan jumlah antara 0,25 – 5,0 %.

Kelarutan      :

  • Praktis tidak larut dalam etanol, etanol (95%), eter, dan air.
  • Sedikit larut dalam benzen hangat dan etanol (95%) hangat.

Densitas        :  1,03 – 1,08 g/cm3.

Sifat aliran     : Sulit mengalir, bubuk kohesif.

Polimorfisme : Trihidrat, bentuk asikular dan dihidrat, bentuk lamellar

Titik leleh      : 88,5˚ C.

Stabilitas       : Stabil.

Inkompatibilitas : Dengan asam kuat,alkali, dan garam besi.

Penyimpanan     :Disimpan pada wadah sejuk (15 – 25oC), kering, dan tertutup rapat.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.404

5. Talk

Pemerian     : Serbuk sangat halus, putih sampai putih abu-abu, tidak berbau. Langsung melekat pada kulit, lembut disentuh.

Kegunaan                           : Anticaking agent, glidan, pengisi tablet dan kapsul, lubrikan tablet dan kapsul.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :  

Digunakan pada sediaan oral padat sebagai lubrikan dan pengisi.

Pemakaian :

  • Glidan dan lubrikan tablet : 1-10%
    • Pengisi tablet dan kapsul : 5-30%

Kelarutan   : Praktis tidak larut dalam larutan asam dan alkali, larutan organik, dan air.

pH              : 6,5 – 10 untuk larutan dispersi 20% b/v

Kekerasan            : 1 – 1,5

Higroskopisitas    : Talc tidak mengabsorpsi sejumlah air pada suhu 25˚C dan kelembaban relatif naik hingga 90%.

Distribusi ukuran partikel : bervariasi

Indeks refraksi     : nD = 1,54 – 1,59

Gravitasi spesifik : 2,7 – 2,8

Stabilitas              : Stabil, dapat disterilisasi dengan pemanasan pada 160˚C selama tidak lebih dari 1 jam.

Inkompatibilitas : dengan senyawa amonium kuarterner.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.728

6.  Povidon (PVP)

1-Ethenyl-2-pyrrolidinone homopolymer.

(C6H9NO)n    BM = 2500 – 3 juta.

Pemerian    : Serbuk sangat halus, berwarna putih sampai krem, tidak atau hampir tidak berbau, higroskopik.

Kegunaan   : Pensuspensi, pengikat tablet.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal :

Biasa digunakan pada sediaan padat. Larutan povidon dapat digunakan sebagai coating agent.

Pemakaian :

  • Pembawa obat : 10 – 25 %
  • Pendispersi : sampai 5%
  • Suspending agent : sampai 5%
  • Pengikat, pengisi, atau penyalut tablet : 0,5 – 5% 

pH              : 3,0 – 7,0  untuk larutan 5% b/v

Densitas      : 1,17-1,18 g/cm3

Higroskopisitas                   : Sangat higroskopis, sejumlah lembab yang nyata  

                                  terabsobsi pada kelembaban relatif yang rendah.

Titik leleh               : Melembut pada 150˚C.

Indeks refraksi      : nD = 1,54 – 1,59

Kelarutan                            : Larut dalam asam, kloroform, etanol, keton, metanol, dan

                                 air. Praktis tidak larut dalam eter, hidrokarbon dan minyak

                                 mineral.

Stabilitas                            : Povidone stabil dalam siklus pemanasan yang pendek

                                 sekitar 110 -130˚C.

Penyimpanan          : disimpan dalam wadah tertutup, sejuk (15 – 25oC), dan  

                                 kering.

Inkompatibilitas     : dengan senyawa amonium kuarterner.

Sumber :  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009, hal.581.

7. Amprotab

(C6H10O5)n , dengan n = 300-1000

Pemerian     : Tidak berbau dan berasa, serbuk berwarna putih berupa granul-

                      granul kecil berbentuk sferik atau oval dengan ukuran dan bentuk

                      yang berbeda untuk setiap varietas tanaman.

Kegunaan    : Glidan; pengisi tablet dan kapsul; penghancur tablet dan kapsul; 

                       pengikat tablet.

Kelarutan    : Praktis tidak larut dalam etanol dingin (95%) dan air dingin.

                       Amilum mengembang dalam air dengan konsentrasi 5-10 % pada  

                       37˚C.

Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal:

Sebagai bahan tambahan untuk sediaan oral padat dengan kegunaannya sebagai pengikat, pengisi, dan penghancur. Pada formulasi tablet, pasta amilum segar dengan konsentrasi 50-25% b/b digunakan pada granulasi tablet sebagai pengikat. Sebagai penghancur, digunakan amilum dengan konsentrasi 3-15% b/b.     

pH               : 5,5 – 6,5

Densitas      : 1,478 g/cm30

Suhu gelatinasi                    :  73º C untuk pati jagung.

Aliran                                  : 10,8-11,7 g/det

Kelembaban                        : 11% untuk pati jagung.

Distribusi ukuran partikel    : 2-32 μm untuk pati jagung.

Suhu pengembangan           : 65˚C untuk pati jagung.

Stabilitas     : Pati kering dan tanpa pemanasan stabil jika dilindungi dari

                      kelembaban yang tinggi. Jika digunakan sebagai penghancur pada  

                      tablet dibawah kondisi normal pati biasanya inert. Larutan pati

                      panas atau pasta secara fisik tidak stabil dan mudah ditumbuhi

                      mikroorganisme sehinggamenghasilkan turunan pati dan

                      modifikasinya yang berbentuk unik,   

Sumber:  Handbook of Pharmaceutical Excipient, 2nd ed, 1994, hal.483-487

 

II. Formula dan Kesimpulan Metode

a. Formula yang akan dibuat :

R/ Antalgin              250 mg

          Amprotab            10 %

          PVP                    10 %

          Avicel

          Mg-stearat           1 %

          Talk                     2 %

          Amilum kering    5 %

 

b. Metoda / teknik pembuatan :

Metoda Granulasi Kering

 

c. Alasan pemilihan metode :

  •  antalgin memiliki sifat alir yang buruk, memiliki dosis efektif zat  

 aktif yang terlalu besar untuk kempa langsung

  •  antalgin tidak stabil terhadap lembab.

 

III. Perhitungan

Formula yang akan dibuat :

Tiap tablet Antalgin mengandung Antalgin  250 mg.

Bobot tablet yang akan dibuat : 500 mg.

Jumlah tablet Antalgin yang akan dibuat : 300 tablet.

Untuk tiap tablet :

Fasa dalam : Antalgin                                                : 250 mg                          

(92%)              PVP            : 0,1 x 500 mg                 :  50 mg

                    Amprotab    : 0,1  x 500mg                 : 50 mg

                    Avicel         : (460-250-50-50)mg       :  53 mg

 

                                                                          F.D : 0,92 x 500 mg

                                                                                = 460 mg

  Fasa luar : Mg-stearat              1%

Talk                       2%

Amilum kering      5%

 

Untuk 300 tablet

Bobot granul teoritis :

Fasa dalam : Antalgin         : 250 mg x 300            : 75 g                          

(92%)            PVP               :   50 mg x 300            : 15 g

                      Amprotab      :   50 mg x 300            : 15 g

                      Avicel            :   110 mg x 300          : 33 g

                                                             

                                                                                          : 138 g

Dalam praktikum diperoleh berat granul 105.81 gram

  • jika kadar air tidak diperhitungkan :

zat aktif dalam granul = gram

jumlah tablet =   tablet

maka Fase Luar (FL) :  gram, yang terdiri dari :

              Mg-stearat             =

              Talc                       =

              Amilum kering      =

massa cetak = (105.81 + 9.20) gram = 115.01 gram

bobot / tablet =           

 

IV. Penimbangan

Antalgin                      :         75        gram

PVP                             :         15        gram

Amprotab                    :         15        gram

Avicel                          :         33        gram

Mg-stearat                   :         1,15     gram

Talk                             :          2,5      gram

Amilum kering            :          5,75    gram

 

 

V. Prosedur

  1. Antalgin dan bahan pembantu ditimbang sesuai dengan yang dibutuhkan
  2. Antalgin, Amprotab,  yang telah ditimbang, dicampur dalam mesin pencampur serbuk hingga homogen dalam waktu tertentu (± 3menit)
  3. Larutan PVP (PVP dilarutkan sempurna dalam etanol) ditambahkan sedikit-sedikit ke dalam campuran antalgin, Amprotab, mg-stearat dan talk hingga diperoleh campuran / massa yang baik (dapat dikepal namun dapat dihancurkan kembali)
  4. Campuran dibentuk menjadi granul dengal menggunakan ayakan nomor 16
  5. Granul dikeringkan dalam lemari pengering / oven pada suhu 50 – 60 0C (saat pengeringan dalam oven, granul dibungkus oleh kain batis)
  6. Tentukan kadar air dengan menggunakan moisture analyzer
  7. Jika granul telah memenuhi persyaratan kadar air ( ≤ 2 %), granul diayak kembali dengan ayakan nomor 32
  8. Lakukan evaluasi granul
  9. Granul dicampur dengan fasa luar yang telah ditimbang
  10. Lakukan pencetakan tablet
  11. Lakukan evaluasi tablet

 

VI. Evaluasi dan Hasil Evaluasi

  1. Granul
  1. Penetapan Kadar Air

      Sebanyak 2 g granul ditimbang, kemudian disimpan dalam piring dan ratakan, lalu masukkan ke dalam alat moisture balance. Diamkan beberapa waktu hingga skala menunjukkan angka yang tetap. Kadar air granul dapat dibaca pada skala tetap.

  1. Penetapan Bobot Jenis Sejati

      Penetapan ditentukan dalam piknometer 10 mL dengan menambahkan cairan pendispersi yang tidak melarutkan granul atau serbuk.

  1. Penetapan Bobot Jenis Nyata, Bobot Jenis Mampat, Kadar Pemampatan, dan Porositas

Sebanyak 100 g (B) granul atau serbuk dimasukkan ke dalam gelas ukur 250 mL, catat volumenya (V0). Selanjutnya dilakukan pengetukan dengan alat. Volume pada ketukan ke 10, 50, dan 500 diukur, lalu dilakukan perhitungan sebagai berikut :

BJ nyata = g/mL

BJ mampat = g/ml

Kadar Pemampatan =

Porositas=

4.   Kecepatan aliran

      1. timbang beker glass kosong (Wo)

2. set skala pada posisi 0

3. masukkan granul ke corong

4. alat dihidupkan

5. catat waktu alir (t)

6. timbang beker glass berisi granul (Wt)

7. hitung aliran granul :

5.    Sudut Istirahat

1. dengan melakukan prosedur yang sama pada prosedur 4

2. ukut tinggi puncak taburan granul (h)

3. ukur diameter lingkaran yang terbentuk dari taburan granul (d = 2r)

4. hitung sudut yang terbentuk dari taburan granul tersebut antara bidang datar dengan tinggi granul : tan a = h / r

 

  1. Tablet

1.   Penampilan

Tablet diamati secara visual, apakah terjadi ketidakhomogenan zat warna atau tidak, bentuk tablet, permukaan cacat atau tidak dan bebas dari noda atau bintik-bintik. Bau tablet tidak boleh berubah.

2.   Keseragaman Ukuran

Diambil secara acak 20 tablet, lalu diukur diameter tebalnya menggunakan jangka sorong.      

3.   Keragaman Bobot

      Diambil 20 tablet secara acak lalu timbang masing-masing tablet. Hitung bobot rata-rata dan penyimpangan terhadap bobot rata-rata.

4.   Uji Disolusi  (FI IV)

Masukkan sejumlah volume Media disolusi seperti yang tertera dalam masing-masing monografi ke dalam wadah, pasang alat, biarkan Media disolusi hingga suhu 37°+0.5°, dan angkat termometer. Masukkan satu tablet ke dalam alat, hilangkan gelembung udara dari permukaan sediaan yang diuji dan segera jalankan alat pada laju kecepatan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi. Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan, ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar atau daun dari alat dayung, tidak kurang 1cm dari dinding wadah. Lakukan penetapan seperti yang tertera dalam masing-masing monografi.

5.   Kekerasan Tablet

Dilakukan menggunakan hardness tester terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Kekerasan diukur berdasarkan luas permukaan tablet dengan menggunakan beban yang dinyatakan dalam kg. Satuan kekerasan adalah kg/cm2. Dihitung kekerasan rata-rata dan standar deviasinya.

6.   Friabilitas

Dilakukan dengan menggunakan alat friabilator terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet terhadap bantingan selama waktu tertentu. Friabilitas dipengaruhi oleh sudut tablet yang kasar, kurang daya ikat serbuk, terlelu banyak serbuk halus, pemakaian bahan yang tidak tepat, massa cetak terlalu kering.

  1. diambil 20 tablet secara acak
  2. tablet dibersihkan dari debu kemudian ditimbang (Wo)
  3. tablet dimasukkan dalam alat
  4. alat dinyalakan selama 4 menit
  5. tablet dibersihkan dan ditimbang (Wt)

 Tablet yang baik memiliki friabilitas kurang dari 1 %.

                         

            7.   Friksibilitas

Dilakukan dengan menggunakan alat friabilator terhadap 20 tablet yang diambil secara acak. Parameter yang diuji adalah kerapuhan tablet terhadap gesekan antar tablet selama waktu tertentu.  

  1. diambil 20 tablet secara acak
  2. tablet dibersihkan dari debu kemudian ditimbang (Wo)
  3. tablet dimasukkan dalam alat
  4. alat dinyalakan selama 4 menit
  5. tablet dibersihkan dan ditimbang (Wt)

 

            8.  Uji Waktu Hancur Tablet Tidak Bersalut (FI IV)

Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan 1 cakram pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan air bersuhu 37° + 2° sebagai  media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera pada monografi, angkat keranjang dan amati semua tablet : semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya : tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HASIL EVALUASI

No.

Jenis Evaluasi

Hasil evaluasi

Parameter

1.

Laju alir serbuk

Berat beker kosong (Wo) : 1,67 gram

Waktu alir  (t) : 3,59 detik

Berat granul(W) : 43,68 gram

Laju Alir : 11,70 g/detik   

Sangat baik

Laju alir yang baik

>10 sangat  baik
4–10 baik
1,6–4 sukar
<1,6 Sangat sukar

2.

Laju alir massa siap cetak

Berat beker kosong (Wo) : 1,71gram

Waktu alir  (t) : 2,59 detik

Berat granul(W) : 47,70 gram

Laju Alir : 17,75 g/detik   

 

3.

 

 

 

 

4.

Sudut istirahat serbuk

 

 

 

 

Sudut istirahat siap cetak

 

Tinggi Puncak (h) : 1,8 cm

Diameter Taburan (d) : 9,45 cm

Jari – Jari (r) : 4,725 cm

Sudut Istirahat : 0,380  ͦ

Sangat baik

 

Tinggi Puncak (h) : 1,5 cm

Diameter Taburan (d) : 9,7 cm

Jari – Jari (r) : 4,85 cm

Sudut Istirahat : 0,309  ͦ

 

Sudut Istirahat (_) Sifat Aliran
< 25 Sangat baik
25 – 30 Baik
30 – 40 Cukup
> 40 Sangat sukar

 

BJ  serbuk

 

 

 

 

 

 

Bj massa siap cetak

 

Bobot ( B ) = 58,66 gram

Vol awal     = 97 ml

Vol mampat = 87 ml

Bj mampat = 0,676 gram/ ml

Bj nyata = 0,562 gram / ml

Kadar pemampatan = 16, 85%

Baik

Bobot = 62,32 gram

Vol awal = 95 ml

Vol mampat = 87 ml

Bj mampat = 0,676

Bj nyata = 0,562

Kadar pemampatan = 16, 85 %

Baik

Parameter  kompresibilitas %

5 – 12 Sangat baik
12 – 18 Baik
18 – 23 Cukup
23 – 33 Kurang
33 – 38 Sangat kurang
> 38 Sangat buruk

 

 

 

 

A. Granul

 

  • Bobot jenis (granul)

 

Piknometer = 11,87 gram

Piknometer + paraffin = 24,21 gram

Piknometer + paraffin + granul = 24,22 gram

Zat = 0.1 gram

 

Bj paraffin :

 

 

 

  =  1,234

 

Berat serbuk yang tergantikan untuk serbuk :

 

 (berat paraffin – piknometer kosong):

 

(12,34 – 11,87) = 0,47

 

            Volume yang tergantikan oleh serbuk :

            =  = 0,38 ml

 

           Bj serbuk = 

 

 = 0,01 g/ml

 

B. Tablet

No.

Jenis Evaluasi

Hasil evaluasi

1.

Keragaman Bobot (g)

 

 

 

 

 

 

0, 49

0,51

0,51

0,49

0, 49

0,51

0,49

0,49

0,49

0,49

0,49

0,50

0,50

0,51

0,49

0,51

0,51

0,49

0,49

0,50

 

Rata – rata : 0.498  g

Standar Deviasi : 3.574225

Parameter keseragaman bobot tidak boleh ada satu tablet yang bobot tablet nya menyimpang dari rata- rata yang telah ditetapkan yaitu tidak boleh ada tablet yang menyimpang dari rata- rata dari 5% dan 10%  untuk tablet >300mg.

#semua tablet memasuki kriteria

2.

Keragaman Ukuran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan

Rata-rata (cm)

Standar Deviasi

 

 

 

 

Diameter (cm)

 

Tebal (cm)

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,33

1,21

1,21

 

0,33

0,33

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,34

0,34

1,21

1,21

 

0,33

0,33

 

 

 

diameter

 

tebal

1,21

 

0,3345

 

0

 

 

 

Tebal tablet tidak boleh kurang dari 11/3 diameter tablet atau 4/3 diameter tablet.

Tablet memasuki kriteria

3.

Kekerasan (kg / cm2)

 

13

13

13

13

13

10

13

13

13

12

13

13

11

12

13

12

13

11

13

12

 

Rata – rata:   12.08 kg / cm2

Standar Deviasi :  0.0378

Parameter tablet : untuk tablet yang beratnya 400 – 700 mg kriteria dari kekerasan tablet yang memenuhi syarat adalah 7- 14 N .

# tablet memasuki kriteria

4.

Friksibilitas

Bobot tablet awal (Wo) : 4.09 gram

Bobot tablet akhir (Wt) : 4.09 gram

 

 

= 0  %

    Parameter friksibilitas yaitu friksibilitas tidak boleh lebih dari 1%

#tablet memasuki kriteria

5.

Friabilitas

Bobot tablet awal (Wo) : 5.04 gram

Bobot tablet akhir (Wt) : 5.04gram

 

=   0  %

    Parameter friabilitas yaitu hasil dari friabilitas tidak boleh lebih dari 1%

#tablet memasuki kriteria

6.

Waktu Hancur

Waktu tablet ke – 1 hancur :   8,43menit

Waktu tablet ke – 6 hancur :  14,23 menit

Selisih waktu :  5,8 menit

 Parameter waktu hancur tablet untuk tablet yang tidak bersalut adalah 15 menit.

#tablet memasuki kriteria

 

 

   Parameter keseragaman bobot

 

5%

Batas atas =  24,9 + 498,5 = 523,4

Batas bawah = 24,9 – 498, 5= 473, 6

10%

Batas atas =  49,85 + 498, 5  = 548 ,35

Batas bawah = 49, 85 – 498,5 = 448, 65

 

 

  • Massa yang belum dicetak = 48  gram
  • Massa rata-rata 1 tablet =   0.481  gram
  • Tablet seharusnya = 300 tablet

 

  • % Rendemen

 

   x 100%

 

 =  x 100% = 80 %

 

  • Standar deviasi

 

 x 100%

 

  x 100% = 11.3 %

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VII. PEMBAHASAN

 

Pada pembuatan tablet dengan zat aktif antalgin dibuat dengan metode granulasi kering karena antalgin memiliki sifat alir yang buruk, memiliki dosis efektif zat aktif yang terlalu besar untuk kempa langsung dan karena antalgin tidak stabil terhadap lembap. Apabila antalgin dibuat dengan metode granulasi basah maka antalgin akan mengalami peruraian dengan lambat, dimana akan terjadi reaksi kesetimbangan sehingga tidak memungkinkan digunakan metode granulasi basah.

Pembuatan tablet antalgin dengan metode granulasi kering digunakan eksipien untuk fase dalam dan eksipien untuk fase luar. Pembagian fase luar dan fase dalam dibagi berdasarkan fungsi dan karakteristik setiap zat. Fase dalam biasanya terdiri dari zat aktif, zat pengisi, dan zat pengikat. Sedangkan fase luar adalah zat eksipien yang berfungsi untuk membantu proses pengempaan tablet, yaitu zat pelincir dan zat eksipien lain. Granulasi serbuk dilakukan untuk meningkatkan aliran dan karakteristik serbuk (atau campuran serbuk). Hal ini berkaitan erat dengan parameter kualitas yang harus dimiliki oleh zat yang akan dibuat tablet, yakni memiliki aliran (flow ability) dan kemampuan dikempa (compressibility) yang tinggi. Antalgin berperan sebagai zat aktif dengan efek farmakologis sebagai zat antipiretik dan analgesik. Parasetamol dimasukkan ke fase dalam agar antalgin tersebut dibuat granul sehingga dapat meningkatkan sifat alirnya yang buruk.

Pada pembuatan tablet antalgin digunakan amprotab sebagai penghancur dalam (fasa dalam) tablet. Amprotab merupakan zat tambahan fase dalam yang digunakan sebagai pengisi dan pengikat karena harga ekonomis sehingga mengurangi biaya produksi. Berfungsi sebagai pengisi untuk menambah massa tablet yang akan dicetak dan fungsi sebagai pengikat untuk mengikat zat aktif dan zat pengisi sehingga dapat tercampur dengan homogen.

PVP digunakan sebagai pengikat yang juga berfungsi sebagai disintegrant yang membantu penghancuran tablet sehingga meningkatkan kelarutan obat dalam cairan tubuh. persyaratan PVP yang diperbolehkan dalam penggunaanya antara 10 – 25%. Pada formula PVP yang digunakannya seharusnya 10%, namun karena PVP yang digunakan pada pembuatan tablet antalgin tidak homogen sehingga PVP tersebut tidak dapat mengikat dengan baik sehingga pada evaluasi tablet yang telah jadi memiliki kekerasan dibawah 4 kg/cm2. Maka PVP yang digunakan menjadi 12%, hal ini dilakukan agar PVP dapat mengikat fasa dalam lain dengan baik, dan agar tablet antalgin tersebut memiliki kekerasan di atas 4 kg/ cm2 atau memiliki kekerasan sesuai dengan persyaratan tablet yaitu antara 4 – 8 kg/ cm2.

Avicel dapat digunakan sebagai bahan pengikat, pengisi, penghancur, dan pelicin. Avicel yang digunakan yaitu avicel PH 102, karena avicel PH 102 berbentuk granul dengan sifat alir yang baik sehingga menghasilkan tablet dengan kekerasan yang memenuhi syarat. Selain itu, avicel memiliki kadar lembab tinggi, sehingga dapat membuat ikatan yang cukup kuat antara zat aktif dengan eksipiennya.

Talk dan Mg-stearat adalah eksipien untuk fase luar yang berfungsi sebagai pelincir yang dapat meningkatkan aliran granul sehingga tersebar ke seluruh tempat cetakan pada saat pengempaan dan agar tidak meyumbat pada cetakan. Selain itu dapat memperpanjang waktu penghancuran obat, sehingga pada saat dilakukan uji friabilitas, massa tablet tidak berkurang banyak. Kedua zat ini ditambahkan sebagai fase luar untuk memberikan hasil yang lebih baik pada kekerasan tablet dibandingkan ditambahkan sebagai fase dalam. Pada formulasi tablet, talcum ditambahkan sebanyak 1- 10% dan magnesium stearat ditambahkan sebanyak 0.25- 5%. Pada percobaan ini digunakan talcum 2% dan magnesium stearat 1%, penambahan hanya sedikit karena pelincir yang banyak dapat menyebabkan tablet terlalu keras sehingga sulit hancur dan sulit terlarut serta sulit dimetabolisme didalam tubuh.

Evaluasi terhadap granul dilakukan dengan menentukan laju alir granul, sudut istirahat, dan % ketemampatan. Pada evaluasi granul yang terdiri dari zat aktif antalgin, amprotab, PVP, avicel, dan sebagian Mg-stearat dan talk memiliki laju alir 13,79 g/detik dan sudut istirahat sebesar 24,7o. Hal ini menunjukan bahwa granul tersebut memiliki sifat aliran yang sangat baik. Laju alir granul memegang peranan penting dalam pembuatan tablet. Sedangkan persentase (%) ketermampatan yang diperoleh yaitu sebesar 24% yang menunjukan bahwa granul tersebut memiliki sifat alir yang baik. Laju alir, sudut istirahat, dan % ketermampatan yang diperoleh dari granul setelah ditambahkan dengan sisa Mg-stearat dan talk yaitu 19,29 g/detik,  sudut istirahat yang diperoleh sebesar 23,07o, dan % ketermampatan yang diperoleh sebesar 23,53%. Hal tersebut menunjukan bahwa campuran dari granul tersebut memiliki sifat alir yang sangat baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, III, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.   

Anonim, 1995 Farmakope Indonesia, IV, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

C, Raymond Rowe. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009. USA: Pharmaceutical Press

Kluwer, Wolters. Drug Facts and Comparisons. 2006. London

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                     DAFTAR PUSTAKA

 

   Anief, Moh. Ilmu Meracik Obat. 2004. Yogyakarta : Gadjah Mada University  Press.

          Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, III, Departemen Kesehatan Republik    

            Indonesia, Jakarta.     

    C, Raymond Rowe. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th ed, 2009. USA: Pharmaceutical Press

    Depkes RI.1979.  Farmakope Indonesia Ed III.1979.Jakarta

    Facts & Comparisons. 2006. Drug Facts and Comparisons 2006.London: Wolters Kluwer Health

    Siregar, Charles JP. 2010. Teknologi Farmasi:Sediaan Tablet, Dasar-Dasar Praktis. Jakarta:EGC

    

    

 

Kluwer Health

    Siregar, Charles JP. 2010. Teknologi Farmasi:Sediaan Tablet, Dasar-Dasar Praktis. Jakarta:EGC

    

    

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s