titrasi potensiometri

Posted: Juni 5, 2012 in Uncategorized

Ada beberapa macam titrasi yang kita kenal , titrasi yang akan dibahas kali ini adlaah titrasi potensiometri.Apa itu titrasi potensiometri ? dan bagaimana titrasi itu dilakukan ? apa prinsip dari titrasi potensiometri ? yang paling menjadi pertanyaan apakah susah titrasi potensiometri itu?
Titrasi potensiometri sebelum ke pengertian umum, diartikan dulu secara etimologi potensiometri berasal dari kata pontensio dan metri,metri artinya pengukuran dan potensio artinya energi listrik, jadi pengukuran berdasarkan energi potensial / listrik.
Potensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran bedapotensial sel dari suatu sel alektrokimia. Pada potensiometri mempelajarihubungan antara konsentrasi dengan potensial. Metode ini digunakan untuk mengukur potensial, pH suatu larutan, menentukan titik akhir titrasi danmenentukan konsentrasi ion-ion tertentu dengan menggunakan elektroda selektif ion. Susunan alat pada potensiometri meliputi elektroda pembanding.
1.referenceelectrode
2.elektroda indikator 
3.indicator electrode
4.dan alat pengukur potensial.
Dalam titrasi potensiometri titik akhir dideteksi dengan menetapkanvolume pada saat terjadi perubahan potensial yang relatif besar ketikaditambahkan titran. Berbagai reaksi titrasi dapat diikuti dengan pengukuranpotensiometri, reaksi meliputi penambahan atau pengurangan beberapa ion yangsesuai dengan jenis elektrodanya. Potensial diukur sesudah penambahan sedikitvolume titran secara kontinue. Salah satu reaksi yang dapat diterjadi pada titrasipotensiometri adalah reaksi netralisasi, yaitu reaksi asam basa. Sedangkan titranpada umumnya adalah larutan standar dari elektrolit kuat yaitu NaOH dan HCl.Pada percobaan di laboratorium, elektroda-elektroda acuan lebihpraktis digunakan untuk mengukur potensial-potensial dari setengah sel lainnya.Elektroda acuan yang umum digunakan adalah elektroda kalomel

           Suatu eksperimen dapat diukur dengan menggunakan dua metode yaitu, pertama (potensiometri langsung) yaitu pengukuran tunggal terhadap potensial dari suatu aktivitas ion yang diamati, hal ini terutama diterapkan dalam pengukuran pH larutan air. Kedua (titrasi langsung), ion dapat dititrasi dan potensialnya diukur sebagai fungsi volume titran. Potensial sel, diukur sehingga dapat digunakan untuk menentukan titik ekuivalen. Suatu petensial sel galvani bergantung pada aktifitas spesies ion tertentu dalam larutan sel, pengukuran potensial sel menjadi penting dalam banyak analisis kimia

         Titik akhir dalam titrasi potensiometri dapat dideteksi dengan menetapkan volume pada mana terjadi perubahan potensial yang relatif besar ketika ditambahkan titran. Dalam titrasi secara manual, potensial diukur setelah penambahan titran secara berurutan, dan hasil pengamatan digambarkan pada suatu kertas grafik terhadap volum titran untuk diperoleh suatu kurva titrasi. Dalam banyak hal, suatu potensiometer sederhana dapat digunakan, namun jika tersangkut elektroda gelas, maka akan digunakan pH meter khusus. Karena pH meter ini telah menjadi demikian biasa, maka pH meter ini dipergunakan untuk semua jenis titrasi, bahkan apabila penggunaannya tidak diwajibkan (Basset, 1994).
Reaksi-reaksi yang berperan dalam pengukuran titrasi potensiometri yaitu reaksi pembentukan kompleks reaksi netralisasi dan pengendapan dan reaksi redoks. Pada reaksi pembentukan kompleks dan pengendapan, endapan yang terbentuk akan membebaskan ion terhidrasi dari larutan. Umumnya digunakan elektroda Ag dan Hg, sehingga berbagai logam dapat dititrasi dengan EDTA. Reaksi netralisasi terjadi pada titrasi asam basa dapat diikuti dengan elektroda indikatornya elektroda gelas. Tetapan ionisasi harus kurang dari 10-8. Sedangkan reaksi redoks dengan elektroda Pt atau elektroda inert dapat digunakan pada titrasi redoks. Oksidator kuat (KMnO4, K2Cr2O7, Co(NO3)3) membentuk lapisan logam-oksida yang harus dibebaskan dengan reduksi secara katoda dalam larutan encer (Khopkar, 1990).
Persamaan Nernst memberikan hubungan antara potensial relatif suatu elektroda dan konsentrasi spesies ioniknya yang sesuai dalam larutan. Potensiometri merupakan aplikasi langsung dari persaman Nernst dengan cara pengukuran potensial dua elektroda tidak terpolarisasi pada kondisi arus nol. Dengan pengukuran pengukuran potensial reversibel suatu elektroda, maka perhitungan aktivitas atau konsentrasi suatu komponen dapat dilakukan (Rivai, 1995).
            Potensial dalam titrasi potensiometri dapat diukur sesudah penambahan sejumlah kecil volume titran secara berturut-turut atau secara kontinu dengan perangkat automatik. Presisi dapat dipertinggi dengan sel konsentrasi. Elektroda indikator yang digunakan dalam titrasi potensiometri tentu saja akan bergantung pada macam reaksi yang sedang diselidiki. Jadi untuk suatu titrasi asam basa, elektroda indikator dapat berupa elektroda hidrogen atau sesuatu elektroda lain yang peka akan ion hidrogen, untuk titrasi pengendapan halida dengan perak nitrat, atau perak dengan klorida akan digunakan elektroda perak, dan untuk titrasi redoks (misalnya, besi(II)) dengan dikromat digunakan kawat platinum semata-mata sebagai elektroda redoks (Khopkar, 1990).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s