laporan rapat massa

Posted: Maret 3, 2012 in Uncategorized

NILAI

PARAF

 

 

 

 

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FISIKA DASAR

RAPAT MASA

 

 

Nama  / NPM                         :

1 Natalia Purnawati T (A 011 054)

2 Prestyca Cristy (A 011 046)

3 Septa Rani P (A 011 039)

4 Theo Barata (A 011 049)

5 Yayang Rusdi S (A011 033)

Kelas / Klmpk/sub kelmpk    : Reguler / 2 / 6

Tanggal Praktikum                : 16 Desember 2011

Tanggal Masuk Laporan        :22 Desember 2011

Asisten Laboratorium                       :1. Rival Ferdiansyah, S.Farm, Apt

                                                          2. Wawan Hermawan, S.Farm,

                                                          3. Almira Asih maulana, S.Farm

 

 

 

 

LABORATORIUM FISIKA DASAR

SEKOLAH TINGGI FARMASI INDONESIA

YAYASAN HAZANAH

BANDUNG

MODUL 6

“RAPAT MASA”

I.  TUJUAN PERCOBAAN

Mengetahui rapat massa suatu benda

II. PRINSIP PERCOBAAN

Menentukan rapat massa benda berdasarkan pengukuran volume dan massa

III. TEORI

Rapat massa adalah suatu besaran turunan dalam fisika yang secara umum lebih dikenal massa jenis. Penggunaan istilah rapat massa bisa lebih umum dengan melihatnya sebagai persoalan 1, 2 atau 3 dimensi. Pada kasus yang terakhir ini lebih dikenal karena sifatnya yang lebih nyata. Untuk berbagai kasus tertentu ada kalanya tidak diperlukan informasi massa jenis dalam 3 dimensi melainkan hanya dalam 1 atau 2 dimensi (suatu kawat panjang untuk kasus pertama dan suatu lempengan lebar untuk kasus yang kedua), dimana ukuran suatu dimensi jauh lebih besar dari dimensi lain. Dan juga rapat masa adalah massa persatuan volume dari suatu zat. Jika benda memiliki struktur dalam yang homogeny maka:

Rapat massa (ρf) =

Berbagai rapat massa

DIMENSI RUMUS SATUAN SI
1 λ = Kg / m
2 σ = Kg / m²
3 ρ = Kg / m³

Dengan l adalah panjang, a adalah luas dan v adalah volume, setiap pengukuran besaran pokok pada umumnya selalu menemui batas ketelitian dan kesalahan pengukuran.

  • Mistar mempunyai ketelitian 1 mm
  • Jangka sorong mempunyai ketelitian 0,1 mm
  • Micrometer sekrup mempunyai ketelitian 0,1 mm
  • Spherometer mempunyai ketelitian 0,1 mm

Volume zat pada umumnya tidak dapat diukur secara langsung, tetapi dengan jalan tak langsung misalnya:

v  Mula – mula diukur panjang, lebar atau rusuk – rusuk dari benda tersebut jika bendanya teratur kemudian dihitung volumenya

v  Dengan menggunakan hukum = hukum fisika yang telah dikenal seperti hukum archimedas

Massa jenis adalah setiap satuan volume benda semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa per volumenya. Massa jenis rata – rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah dari pada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis yang lebih rendah (misalnya air).Massa jenis merupakan salah satu ciri untuk mengetahui kerapatan zat. Pada volume yang sama,semakin rapat zatnya, semakin besar massanya. Sebaliknya makin renggang, makin kecil massa suatu benda. Contoh : kubus yang terbuat dari besi akan lebih besar massanya dibandingkandengan kubus yang terbuat dari kayu, jika volumenya sama.Pada massa yang sama, semakin rapatzatnya, semakin kecil volumenya. Sebaliknya, semakin renggang kerapatannya semakin besar volumenya.Contoh : volume air lebih besar dibanding volume besi, jika massa kedua benda tersebut sama.

Satuan SI massa jenis adala kilogram permeter kubik (kg/m³) massa jenis berfungsi untuk menentukan zat setiap zat memiliki massa jenis yang sama.

Rumus untuk menentukan massa jenis adalah:

ρ =  ; v =  atau m = ρ x v

dengan :

ρ = massa jenis

m = massa

v = volume

  IV. ALAT  DAN BAHAN

  • Jangka sorong
  • Penggaris
  • Neraca analitis
  • Balok
  • Tabung
  • Kubus

VII. PROSEDUR

Pada panjang, lebar, dan tinggi masing – masing benda padat diukur dengan menggunakan jangka sorong sebanyak 8x pada tempat yang berlainan, kemudian lakukan pengukuran yang sama pada panjang, lebar dan tinggi dengan menggunakan mistar pada tempat yang berlainan, dan masing – masing benda ditimbang dengan menggunakan neraca analitis.

 

 

VIII. HASIL PENGAMATAN

I. PENGUKURAN MENGGUNAKAN jangka sorong BALOK panjang

Pengukuran ke

panjang

di

lebar

di

tinggi

di

1

7,48

0,0075

0,702

0,004

0,708

0,003

2

7,48

0,0075

0,708

0,004

0,708

0,003

3

7,49

0,0175

0,708

0,004

0,706

0,001

4

7,48

0,0075

0,706

0,002

0,706

0,001

5

7,47

0,0025

0,702

0,004

0,702

-0,003

6

7,48

0,0075

0,704

0

0,704

-0,001

7

7,49

0,0175

0,704

0

0,704

-0,001

8

7,49

0,0175

0,704

0

0,704

-0,001

 

 

 

 

 

 

Rata – rata

7,4725 cm

 

0,704cm

 

0.705 cm

 


II. PENGUKURAN MENGGUNAKAN JANGKA SORONG PADA BALOK sedang

Penggukuran ke

Panjang

di

lebar

di

Tinggi

di

1

5,43

-0,032

0,81

0,008

0,81

0,018

2

5,43

-0,032

0,81

0,008

0,79

-0,002

3

5,56

0,098

0,81

0,008

0,79

-0,002

4

5,42

-0,042

0,79

-0,012

0,81

0,018

5

5,41

-0,052

0,79

-0,012

0,77

-0,022

6

5,41

-0,052

0,81

0,008

0,77

-0,022

7

5,52

0,058

0,79

-0,012

0,79

-0,002

8

5,52

0,058

0,81

0,008

0,82

0.028

Rata-rata

5,462

 

0,802

 

0,792

0

 

III. PENGUKURAN MENGGUNAKAN jangka sorong pada balok kecil

Pengukuran ke p di l di T di
1 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
2 2,44 -0,007 1,45 0,003 0,77 0
3 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
4 2,44 -0,007 1,45 0,003 0,77 0
5 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
6 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
7 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
8 2,45 0,003 1,45 0,003 0,77 0
Rata-rata 2,447   1,447   0,77

 

IV. PENGUKURAN MENGGUNAKAN JANGKA SORONG PADA TABUNG

Pengukuran ke T di D di
1 1,48 0,064 0,91 0,004
2 1,48 0,064 0,91 0,004
3 1,47 0,054 0,91 0,004
4 1,48 0,064 0,91 0,004
5 1,47 0,054 0,91 0,004
6 1,47 0,054 0,91 0,004
7 1,46 0,044 0,91 0,004
8 1,48 0,064 0,91 0,004
Rata-rata 1,416   0,906  

 

Standar Deviasi

1. Pada Balok PANJANG

SDᵨ =  =

=

=  =  =                                           (0,012817 ±7,4725)

SDι =  =

=  =

=  = 2,26777423

SDᴛ =  =

=

=  =2,2675

2. Pada Balok pendek

SDᵨ =  = =-0,0848

SDι =  =               =-2,37124

SDᴛ =  =

3 Pada balok kecil

SDp =  = =-1,686244

SDl =  = =0,0547813

Sdt=0

4 Pada Tabung dengan menggunakan jangka sorong

SDᴅ =  =        =0,23966

SDᴛ =  = =±0,063261

RAPAT MASA PADA VOLUME

1. Pada balok panjang

Vbalok        = [(p x l x t) ±

=3,712±

p=7,48 ± 0,012817

l=0,704 ± 2,26777423

t=0,705 ± 2,2675

2. Pada balok pendek

Vbalok        =[(p x l x t) ±

=3,469 ± 0

p:5,462 ± -0,0848

l:0,802± -2,37124

t:0.792± 0

3.Pada balok kecil

Vtabung    =(p x l x t) ±

=2,726 ± 0

p:2,447 ± -1,686244

l:1.447±0,0547813

t:0,77 ± 0

4.Pada tabung

Vtabung    =[(πr²t) ±

=1,007 ± 0

D:0.906 ± 0,23966

T:1.416 ± 0,063261

RAPAT MASSA

1 Balok dengan menggunakan mistar

ρ =  =  = 9,771 gr/cm³

2 balok dengan menggunakan jangka sorong

ρ =  =  = 6,85 gr/cm³

3 tabung dengan menggunakan mistar

ρ =  =  = 8,011gr/cm³

4 tabung dengan menggunakan jangka sorong

ρ =  =  = 7,308gr/cm³


 IX. Pembahasan

 

Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan untuk menentukan rapat massa benda berdasarkan pengukuran volume dan massa. Pertama, siapkan benda (balok, kubus, dan tabung) yang akan diukur rapat massanya, kemudian benda tersebut diukur dengan dengan menggunakan jangka sorong dan mistar. Jangka sorong memiliki ketelitian 0,1 mm dan mistar memiliki ketelitian 1 mm, sudah jelas bahwa pengukuran dengan menggunakan jangka sorong jauh lebih akurat jika dibanding dengan menggunakan mistar. Dilakukan pengukuran sebanyak 8x, pada sisi yang berbeda-beda. Pengukuran sebanyak 8x dilakukan untuk mengetahui perbandingan atau perbedaan dari masing-masing pengukuran. Sebelum pengukuran dilakukan, benda yang akan diukur ditimbang terlebih dahulu dengan menggunakan neraca analitis. Pengukuran ini dilakukan dengan menggunakan objek atau benda 3 dimensi. Seharusnya dalam pengukuran ini digunakan pula alat yang lain yaitu mikrometer sekrup tapi, pada percobaan tidak digunakan alat tersebut karena tidak tersedia di laboratorium. Pengukuran dilakukan agar kita dapat mengetahui panjang, lebar, tinggi, sisi, diameter dari benda-benda tersebut, volume dapat diketahui dari pengukuran-pengukuran yang dilakukan. Selain pengukuran panjang dan lebar, kita pun harus menghitung rata-rata, penyimpangan terhadap rata-rata, standar deviasi dari pengukuran. Untuk mendapatkan atau mengetahui rapat massa kita harus mengetahui terlebih dahulu nilai dari volume dan massa. Massa diketahui dari penimbangan benda dengan neraca analitis, sedangkan volume diketahui dari perhitungan rata-rata pengukuran panjang, lebar, tinggi, diameter, dan sisi benda. Setelah kita mendapat nilai-nilai tersebut kemudian kita masukkan pada rumus rapat massa. Semakin rapat suatu benda maka, semakin besar massanya. Sebaliknya semakin renggang suatu benda maka, semakin kecil massanya.

X KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat mengetahui :

  1. Standar deviasi pada balok dengan menggunakan mistar
  • SD p =0,012817
  • SD l  = 2,26777423
  • SD t  = 2,2675
  1. Standar deviasi pada balok dengan menggunakan jangka sorong :
  • SD p = -0,0848
  • SD l = -2,37124
  • SD t = 0
  1. Standar deviasi pada tabung dengan menggunakan mistar
  • SD p = -1,686244
  • SD l= 0,0547813
  • Sd t=0
  1. Standar deviasi pada tabung dengan menggunakan jangka sorong
  • SD d = 0,23966

SD t = 0,063261

Volume

  1. Volume balok panjang

ü  3,712

  1. Volume balok sedang

ü  3,469

  1. Volume kecil

ü  2,726

  1. Volume tabung

ü  1,007

 

 

Rapat massa

  1. Pada balok panjang
  • 9,771 gr / cm³
  1. Pada balok panjang
  • 6,85 gr / cm³
  1. Pada balok kecil
  • 8,011 gr / cm³
  1. Pada tabung
  • 7,308gr / cm³

 


 

XI DAFTAR PUSTAKA

v  Giancolli, 2001. Fisila Jilid 2 (Terjemahan), Jakarta : Erlangga.

v  Prasetyo, 2000. Fisika dan aplikasi kelas VIII, Jakarta : Yudhistira.

LAMPIRAN

DISTRIBUSI KERJA

             

About these ads
Komentar
  1. Bikhikmah MuAchh mengatakan:

    mkasih yah ats artikelnya,,,, membantu banget dech,,,,,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s